Alasan Si Kecil Merusak Barang Bagian 2

sat-jakarta.com – Jelaskan bahwa hal tersebut dapat membuat lubang wastafel tersumbat sehingga bisa membuat air tidak bisa mengalir. Percayalah, setelah rasa ingin tahu si batita terpenuhi, perilaku bermain air pun akan berhenti.

BILA SUDAH TAK WAJAR

Yang perlu diketahui, ada perilaku merusak yang sudah masuk kategori tidak wajar, yakni ketika frekuensinya berlebihan. Setiap kali si batita bermain, selalu muncul perilaku yang sama. Contoh, setiap bermain mobil-mobilan ia akan menabrak-nabrakan mobil itu ke dinding. Tidak pernah mainan transportasi itu bergerak wajar, maju mundur sesuai fungsinya. Bila ini yang terjadi, coba cari penyebabnya. Kebanyakan kasus terkait dengan anak mencontoh adegan di teve atau ia meniru perilaku orang yang ada di sekitarnya (mungkin cara bermain mobil-mbilan kakaknya juga seperti itu?). Perilaku agresif ini, perlu segera diatasi dengan memberi si batita pengarahan. “Adek mobil-mobilannya jangan dilempar.

Begini mainnya ngeeeng…. ciit.. eh… mobilnya ngerem! Kalau Adek mau main lemparlempar bisa pakai bola ini.” Penjelasan seperti ini akan membuat anak menangkap gambaran pada situasi apa ia tetap dapat melakukan perilaku “melempar” dan kapan tidak boleh. Nasihat yang sama bisa dilakukan saat batita melakukan perilaku berbahaya, seperti menuang air ke alat elektronik.

Jelaskan bahwa kelakukan itu bisa membuatnya tersentrum atau alat elektronik itu tidak dapat digunakan lagi karena rusak. “Nanti Adek jadi enggak bisa nonton teve, kalau tevenya Adek guyur dengan air seperti itu!” Perilaku merusak yang selalu dibiarkan akan membuat batita menganggap bahwa perilaku itu wajar dan diperbolehkan oleh lingkungan.

Selain bisa terbawa hingga anak besar, karena sering merusak, anak dapat tumbuh agresif, merugikan diri sendiri maupun lingkungan. Ia pun akan dijauhi teman-temannya karena dianggap selalu meresahkan orang lain. Kemungkinan beberapa label seperti anak nakal, atau si perusak dapat menempel pada dirinya. Jangan sampai ya, Mam.

Mendidik anak dari bayi sampai besar memang melelahkan namun itu adalah tugas dan tanggung jawab sebagai orangtua yang bertanggung jawab. Memarahi anak yang masih kecil bukanlah jawaban yang tepat karena justru akan membuat anak menjadi tidak patuh terhadap orangtua. Berikan anak pengertian dan kasih sayang agar menjadi anak yang pandai dan patuh terhadap orangtua.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *