Alasan Si Kecil Merusak Barang

pascal-edu.com – Mainan dilempar, ditendang, dibanting. Oooh…apa maksudnya ya? Mungkin Mama Papa pernah memiliki pengalaman seperti ini. Si batita mendapat mobil-mobilan baru. Tak lama setelah dibuka kemasannya, ia langsung merebut mobil-mobilan itu, lalu brruuuk… ia tabrakkan mobil-mobilan itu ke tembok. Dengan wajahnya yang innocent, si batita pun berteriak “Yaaa… ucaak (rusak, maksudnya). Oh… hancur sudah!

MASA EKSPLORASI

Cukup menyesakkan dada kejadian seperti itu, apalagi kalau mainan tersebut harganya relatif mahal. Tapi Mama Papa pasti memahami kalau si batita melakukan semua itu tidak dengan sengaja. ia membanting, menabrakan, menjatuhkan mobil-mobilan barunya itu demi memenuhi rasa keingintahuannya. “Hmmmm… kalau mobil-mobilan merah ini aku tabrakan ke dinding tembok itu, apa jadinya ya?” Jadi, si batita sebenarnya bukan perusak, tapi ia adalah “profesor” cilik yang ingin memuaskan rasa penasarannya akan sesuatu. kebijaksanaan orangtua amat dibutuhkan dalam menghadapi ulahnya ini.

Saat si batita (tak sengaja) menghancurkan barang, mohon selalu ditanamkan dalam hati bahwa si kecil tidak bermaksud merusak. keterbatasan pemahaman sosial dan kemampuan motorik batita yang masih belum sempurnalah yang membuat anak jadi seperti perusak. Respons keras yang ditunjukkan orangtua, seperti membentak atau memarahi, amat tidak disarankan karena bisa membuatnya “mengkeret” dan jadi enggan melakukan eksplorasi. Padahal perilaku coba-coba saat ia bereksplorasi inilah yang akan menumbuhsuburkan kreativitasnya kelak.

CUKUP DIAWASI

Apa yang perlu Mama Papa lakukan saat menghadapi keingintahuan si batita? Cukup mengawasi dan selalu memberinya kesempatan untuk mencoba. Contoh, ketika si kecil tampak membuka tutup keran air di wastafel dengan bersemangat. Pahami bahwa kelakuan anak itu bukan untuk merusak, namun untuk mengetahui bagaimana sih rasanya saat air terciprat di tangannya. ia juga penasaran dan bertanya-tanya, apa yang terjadi ketika jarinya menutup lubang keran dan bagaimana kalau dibuka, dan sebagainya. namun tentu, si kecil perlu diberi tahu saat sudah melakukan sesuatu yang membahayakan atau merugikan. Saat ia mulai memasukkan lubang wastafel dengan berbagai benda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *