Si Kecil Ketahuan “Mencuri”

generasimaju.com – Si kecil tak bermaksud mencuri. Ia hanya perlu belajar bahwa benda yang diinginkan itu bukan miliknya. “Lo, itu robot-robotan siapa Ray?” tanya Mama saat melihat anaknya yang berusia 3,5 tahun asyik bermain dengan robot Power Ranger di tangannya. Seingat Mama, ia tak pernah membelikan Ray mainan seperti itu. “Punya Judikal!” sahut bocah itu. Mama menghela napas. “Sayang, kalau mau robotrobotan nanti Mama belikan. Tapi ini harus dikembalikan ke Judika karena robot-robotan ini punya Judika, bukan punya Ray,” jelas Mama.

BELUM MAMPU MENGONTROL KEINGINAN

Apakah Ray mencuri? Jika dilihat dalam konteks dewasa, seseorang yang mengambil benda yang bukan miliknya, berarti mencuri. Namun, untuk anak balita, seperti Ray, kasus di atas tidak bisa disamakan dengan apa yang dilakukan orang dewasa. Di usia prasekolah, anak belum mempunyai konsep kepemilikan. Batasan tegas antara milik sendiri dan milik orang lain belum mereka pahami dengan baik.

Itulah yang membuat si prasekolah bisa mengambil milik orang lain tanpa izin. Ketika menyukai suatu mainan/alat tulis/sandal/sepatu dan sebagainya, ia berusaha untuk memiliki meski itu punya temannya. Dalam pikirannya hanya ada, “Saya suka, saya ingin, saya memainkannya.” Mengambil milik orang lain tanpa izin yang dilakukan oleh balita juga tidak masuk dalam kategori kleptomania (mengambil milik orang lain untuk kesenangan pribadi). Sebab, kleptomania umumnya terdeteksi di usia praremaja.

TANAMKAN KONSEP KEPEMILIKAN

Meski wajar, tentu perilaku si prasekolah harus dikoreksi. Pemahaman bahwa mengambil milik orang lain tidak boleh dilakukan karena itu sama dengan mencuri perlu ditekankan pada buah hati. Untuk itu jika si kecil tampak mengambil milik orang lain (sekecil apa pun benda itu), ingatkan ia segera. Pembiaran dikhawatirkan akan membuat anak menyangka bahwa mengambil milik orang adalah perbuatan sah dan boleh dilakukan. Kebiasaan ini dikhawatirkan bisa terbawa hingga anak besar.

Berikut langkah-langkah yang Mama Papa perlu lakukan saat memergoki anak mengambil barang milik orang lain:

? Jangan memarahi.

Tak perlu memarahi, ingat hal ini dilakukan karena anak belum memahami konsep kepemilikan dengan baik. Tugas kitalah untuk menjelaskan dengan sabar dan mengarahkannya agar kejadian itu tidak terulang kembali.

? Jelaskan mengapa tak boleh asal ambil.

Saat ia mengambil barang milik temannya, anak perlu segera diingatkan “Adek, enggak boleh mengambil mobil-mobilan Judika. itu namanya mencuri. Kalau mobil-mobilan Adek diambil Judika, Adek pasti sedih kan? Nah, sama Judika juga sedih kalau mainannya diambil.” Penjelasan ini akan melatih anak untuk berempati. Setelah itu kita bisa berkata,” Yuk sekarang kita kembalikan mobilmobilannya pada Judika!”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *